Senat Akademi Universitas Terbuka

LAPORAN MENGHADIRI SIDANG PLENO MAJELIS SENAT AKADEMIK PTNBH DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG TANGGAL 10 SAMPAI 11 FEBRUARI 2023

Dengan dikeluarkannya PP Nomor 39 Tahun 2022 Universitas Terbuka (UT) ditetapkan sebagai perguruan tinggi negeri badan hukum yang mengelola bidang akademik dan nonakademik secara otonom. Salah satu organ yang menjalankan fungsi penetapan kebijakan, pemberian pertimbangan, dan pengawasan di bidang akademik adalah Senat Akademik Universitas.

Ada 21 Senat Akademik PTN-bh yang sudah terbentuk yaitu  Universitas Indonesia , Universitas Gajah Mada , IPB, Institut Teknologi Bandung, Universitas Sumatra Utara,  Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro , Universitas Hasanuddin, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Andalas, Universitas Negeri Padang, Universitas Brawijaya , Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Semarang, Universitas Terbuka, Universitas Negeri Surabaya , Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Syiah Kuala dan UT termasuk di dalamnya.

Untuk  komunikasi dan koordinasi Senat Akademik 21 PTN-bh terbentuk sebuah  organisasi yang bernama Majelis Senat Akademik PTN-bh. Dalam rangka meningkatkan kualitas akademik dan rekognisi internasional, salah satu kegiatan yang dilakukan bersama Senat Akademik 21 PTN-bh adalah menghadiri Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik (MSA) PTN-bh dengan Tema “Refleksi Pengelolaan PTN-bh dalam Meningkatkan Mutu Akademik dan Rekognisi Internasional”.

Berdasarkan Surat Tugas Nomor B/4/UN31.SNT/HM.00.01/2023, UT mengirimkan 6 anggota Senat Akademik Universitas yang terdiri dari Ketua SAU, Sekretaris SAU dan 4 Ketua Komisi yaitu  Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si. (Ketua SAU), Purwaningdyah Murti Wahyuni, S.H.,M.Hum ( Sekretaris SAU), . Dr. Zainur Hidayah, S.Pi., M.M (Ketua Komisi A), Dr. Hendrian, S.E., M.Si.(Ketua Komisi B), Prof Dr. Ginta Ginting, MBA(Ketua Komisi C), Dr. Sri Listyarini, M. Ed (Ketua Komisi D).

Prioritas utama pengelolaan perguruan tinggi sesuai dengan mandat dari Kementerian dalam lima tahun ke depan adalah penciptaan sumber daya manusia unggul pemimpin masa depan. Proses utamanya adalah pembinaan, pembelajaran, pembentukan karakter mahasiswa perguruan tinggi. Tuntutan kebijakan tersebut harus dapat diwujudkan melalui pengelolaan perguruan tinggi yang fokus pada peningkatan mutu akademik dan internasionalisasi. Pengalaman mengelola perguruan tinggi negeri menjadi sangat penting untuk terus meningkatkan mutu akademik sekaligus juga untuk mendapatkan rekognisi internasional dengan perubahan lingkungan, peluang, dan tantangan yang semakin kuat di dunia internasional. Perubahan lingkungan yang cepat membuat pengelolaan perguruan tinggi negeri perlu bersifat lebih sensitif, antisipatif, dan responsif agar tetap berkelanjutan. Paradigma baru pengelolaan perguruan tinggi saat ini difokuskan pada persaingan global dengan penguatan kolaborasi antar perguruan tinggi di dalam negeri. Sehingga, era kompetisi antar perguruan tinggi dalam negeri bergeser pada era kolaborasi dan juga diperlukan kemampuan untuk dapat meneropong ke depan dan menentukan jalan pengembangannya. Isu tentang good university governance, world class university (research and innovative university), otonomi yang lebih luas bagi perguruan tinggi, perluasan akses pendidikan tinggi, peningkatan relevansi dan kualitas serta penjaminan kualitas, entrepreneurship, life-long learning, keberlanjutan, ekosistem riset dan inovasi, online learning dan isu-isu besar lainnya juga perlu mendapat perhatian dengan seksama. Dengan memperhatikan tantangan global tersebut, arah pengembangan dan kebijakan akademik perguruan tinggi antara lain dapat mencakup:

Mission Differentiation: Jumlah perguruan tinggi di Indonesia sangat banyak dan mempunyai karakteristik yang beda-beda. Untuk itu mereka perlu dikembangkan sesuai dengan karakteristiknya masing-masing agar memiliki market space yang unik dan pada saat yang sama mencari peluang dalam menentukan segmentasi pengembangan baru melalui semangat bermitra (partnership) dan mengupayakan penyeimbangan antara value, diferensiasi dan sumber daya yang dibutuhkan; Innovation. Untuk dapat mencapai target-target tridarma perguruan tinggi yang sangat menantang diperlukan inovasi dan terobosan di semua aspek. Kebijakan pemerintah perlu kondusif untuk menggerakkan sektor swasta agar meningkatkan investasi di sektor pendidikan; World Class:  Sampai tahun 2025 diharapkan paling sedikit ada 7 perguruan tinggi Indonesia yang masuk 500 perguruan tinggi terbaik dunia. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mencapai target ini dengan berbagai program yang berorientasi pada World University Rankings salah satunya adalah dengan World Class Professor dan kegiatan tridarma yang bekerja sama dengan perguruan tinggi top 100. Di level antar Universitas PTN-bh, berbagai skema kegiatan juga didorong untuk meningkatkan ranking universitas, yang salah satunya adalah skema Riset Kolaborasi Internasional (RKI) yang melibatkan peneliti-peneliti antar perguruan tinggi dan mitra luar negeri; Affirmation/Closing the Gap: Indonesia mempunyai sekitar 4626 perguruan tinggi negeri dan swasta. Perbedaan mutu antara perguruan tinggi terbaik dan terburuk sangat lebar. Perbedaan juga terjadi antar wilayah, antara perguruan tinggi di Jawa dan di luar Jawa. Diperlukan kebijakan afirmasi untuk mengurangi perbedaan mutu antara perguruan tinggi diJawa dan di luar Jawa; Deregulasi dan Debirokratisasi: Untuk bisa melaksanakan inovasi, mengimplementasikan program-program untuk mencapai world class dan melaksanakan program afirmasi perlu dilakukan deregulasi terhadap aturan-aturan terkait Pendidikan tinggi yang mempersulit. Jika diperlukan bisa dilakukan pemangkasan semua regulasi yang menghambat terobosan dan peningkatan investasi. Dengan arah kebijakan di atas, pada era disrupsi 4.0. terdapat tantangan pendidikan tinggi Indonesia berbasis Cyber Physical System, gabungan antara domain digital, fisik, dan biologi.


Untuk itu, kebijakan pendidikan tinggi pada era disrupsi 4.0 perlu disesuaikan dengan beberapa hal berikut Reorientasi Kurikulum: Literasi baru (big data, teknologi/coding, humanities) dikembangkan dan diajarkan. Kegiatan ekstra kurikuler untuk pengembangan kepemimpinan dan bekerja dalam tim perlu terus dikembangkan; Entrepreneurship dan internship bisa diimplementasikan; Cyber university, menerapkan sistem pengajaran Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) berbasis Hybrid/Blended Learning/Online. Dalam aspek internasionalisasi, untuk reputasi internasional pada satu aspek menuntut perguruan tinggi (PT) konsisten menguatkan program-program internasionalisasi, sehingga reputasi PT tidak hanya dari aspek intelektual saja, tetapi juga menuntut terciptanya lingkungan dan budaya internasional. Pemberlakuan ASEAN Economic Community (AEC) yang menyebabkan pergerakan bebas(free flow) sumber daya manusia benar-benar merupakan tantangan besar pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia yang memerlukan perubahan mendasar dalam pola pikir. Para lulusan perguruan tinggi dituntut menjadi lebih kompetitif dan siap menghadapi persaingan global, memahami isu-isu dunia dan mampu berkomunikasi di tataran internasional. Salah satu hal fundamental yang harus dilakukan pendidikan tinggi adalah penerapan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia melalui Perpres No. 8 Tahun 2012). Penguatan proses dan pembentukan karakter peserta didik sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 juga tidak kalah penting dengan tututan profesionalisme di dunia global. Perhatian yang lebih juga diperlukan agar mutu proses pendidikan pembentukan karakter ini tidak hanya menjamin kualitas keluaran, tetapi juga pengakuan internasional.

Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah merumuskan nilai-nilai bersama dalam rangka meningkatkan kualitas dan rekognisi internasional, merumuskan strategi peningkatan kualitas akademik terkait pembentukan karakter sumber daya manusia dan karakter PTN-bh untuk mendapatkan rekognisi internasional melalui pemeringkatan QS World University Ranking, berbagi pengalaman dan sumbang saran terkait dengan peningkatan mutu akademik dan rekognisi internasional melalui pemeringkatan QS World University Ranking, menggalang kerjasama antar PTN-bh untuk memperoleh capaian maksimal setiap kriteria pemeringkatan QS World University Ranking.

Kegiatan yang diselenggarakan dari tanggal 10 sampai 11 Februari 2023 di Gedung Algoritma Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya adalah:


  1. Pembicara Ir. Nizam, M.Sc, DIC., Ph.D., IPU, Asean Eng. (Pembicara Utama) (Plt. Direktur Jendral Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi). Topik: Kebijakan Peningkatan Kualitas Melalui Pembelajaran dari   Universitas-universitas di Singapura, Malaysia dan Indonesia.
  2. Widodo, S.Si., M.Si., Med.Sc., Ph.D. (Rektor Universitas Brawijaya) Topik: Peluang dan Tantangan Pengelolaan PTN-bh dalam Meningkatkan Mutu Akademik dan Rekognisi Internasional (Studi Kasus di Universitas Brawijaya).
  3. Ir. Hermawan Kresno Dipojono, MSEE, Ph.D. (Ketua Senat Akademik ITB). Topik: Menanamkan Nilai-nilai Bersama untuk Mencapai Mandat Peningkatan Rekognisi Internasional antar Dosen PTN-bh.
  4. Diskusi Pimpinan SA PTN-bh. Topik: Perumusan Nilai-nilai Bersama dalam Rangka Meningkatkan Kualitas dan Rekognisi Internasional.
  5. Sidang Komisi yaitu Sidang Komisi Sidang Komisi I: Akademik, Sarana, dan Prasarana Topik: Quality Assurance untuk Bidang Pendidikan Pengajaran guna Meningkatkan Rekognisi Internasional; Sidang Komisi II: Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Inovasi Topik: Penelitian unggul yang berdampak pada peningkatan publikasi internasional, sitasi dan hilirisasi hasil penelitian; Sidang Komisi III: Sumber Daya Manusia dan Kerjasama Topik: Menarik akademisi internasional untuk berkolaborasi dalam pengajaran dan penelitian.

Hasil dari kegiatan selama 2 hari adalah Perumusan Nilai-nilai Bersama dalam Rangka Meningkatkan Kualitas dan Rekognisi Internasional yaitu merumuskan nilai bersama meningkatkan mutu akademik dan  Rekognisi internasional kejujuran, kejuangan, kepelopora, kerendah hatian (supaya tidak ada arogansi), dan keluwesan wawasan dan hati (mampu melihat kebhinnekaan), mengadakan research bersama kolaborasi untuk menindaklanjuti issue dan diharapkan melibatkan peneliti asing menggunakan akses network yang sudah ada, untuk mewujudkan rekognisi internasional. Kolaborasi Internasional yang melibatkan PTNbh dan Luar Negeri yaitu beberapa skema pendanaan mensyaratkan keterlibatan pihak luar negeri,  yang spesifik untuk PTNbh adalah skema RKI dengan skema A, skema B, dan skema C ( harus bermitra dengan universitas sedapat mungkin yang masuk 100 QS ranking), adanya penelitian kolaborasi  antar PTN-bh untuk  meningkatkan publikasi yang bereputasi  serta memiliki dampak  pada sitasi, hilirisasi pada penelitian kolaborasi antar PTN-bh yang dapat menghasilkan  produk-produk yang siap  dikomersialisasikan, peningkatan publikasi serta sitasi tentu memerlukan anggaran  yang cukup besar, bagaimana peran pimpinan MSA PTN-bh untuk mendorong DRTPM, penjaminan mutu merupakan kunci PBM yang baik, internasionalisasi dimulai dengan persiapan yang matang dan diperkuat dengan menyelenggarakan  forum internasional, kualitas dosen harus ditingkatkan untuk memenuhi PBM Prodi internasional, kualitas prodi internasional akan menarik minat mahasiswa asing, meningkatkan  Kerjasama internasional dan akan  berimplikasi  pada terbentuknya  suasana akademik yang baik, perlunya kurikulum berbasis luaran (OBE), perlunya partisipasi aktif pemangku kepentingan internal dan eksternal, Dikti perlu mengantisipasi dalam menghadapi pendidikan di masa yang akan datang terkait  dengan penerapan  teknologi

Adapun program-program yang perlu dilakukan adalah penguatan sistem penjaminan mutu internal di Prodi, UPPS, maupun institusi, penguatan sumber daya manusia dan prasarana  program studi sesuai standar internasional, sosialisasi dan pelatihan standar mutu/kriteria akreditasi internasional, fasilitasi akreditasi dan sertifikasi internasional bagi program studi serta partisipsi aktif dalam forum penjaminan mutu baik nasional maupun internasional.